Pendekatan ini dianggap efektif untuk memecah kekakuan antara pengurus kecamatan dengan para penggerak di tingkat desa. Dengan suasana yang lebih rileks, ide-ide segar justru lebih mudah muncul dari bawah, menciptakan solidaritas organik yang sulit ditembus.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap pengurus di tingkat ranting memiliki visi yang sama untuk tetap solid dalam satu barisan komando di PDIP PAC Terisi Indramayu," tegas Prian.
Militansi dari Desa ke Kota
Bagi Prian, menjadi ketua PAC di usia 26 tahun adalah tantangan untuk membuktikan bahwa Gen Z mampu menjaga marwah partai yang memiliki basis massa wong cilik. Ia berkomitmen menjadikan PDIP PAC Terisi Indramayu sebagai wadah bagi semua generasi, di mana kearifan lokal para kader senior berpadu dengan kecepatan berpikir anak muda.
Kehadiran sosok Prian di lapangan pun memberikan energi baru bagi para simpatisan. Dengan bahasa yang lebih membumi dan mudah dipahami, ia sukses meyakinkan para kader bahwa kekuatan sejati ada pada kekompakan di tingkat akar rumput.
"Soliditas akar rumput adalah kunci utama kami di PDIP PAC Terisi Indramayu untuk terus bergerak dan bermanfaat bagi masyarakat luas," pungkasnya.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
