Selain itu, hadir pula pakar falak dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, pimpinan ormas Islam, perwakilan pondok pesantren, serta Tim Hisab Rukyat Kemenag.
Menurut Abu Rokhmad, sidang isbat bukan sekadar forum administratif, tetapi menjadi ruang kebersamaan antara pendekatan ilmiah dan nilai keagamaan.
“Sidang isbat mempertemukan data hisab dengan hasil rukyatul hilal. Pemerintah berupaya memastikan penetapan awal Ramadan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur terkait,” ujar Abu Rokhmad.
Secara astronomis, berdasarkan perhitungan hisab, ijtimak atau konjungsi menjelang Ramadan 1447 H terjadi pada 17 Februari 2026 pukul 19.01 WIB. Saat matahari terbenam, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia masih berada di bawah ufuk, dengan ketinggian berkisar antara -2° 24 menit 42 detik hingga -0° 58 menit 47 detik. Sementara sudut elongasi tercatat antara 0° 56 menit 23 detik hingga 1° 53 menit 36 detik.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
