Mengapa Menu Tiap Siswa Berbeda?
Perbedaan anggaran inilah yang menyebabkan variasi menu di lapangan. Sebagai contoh, siswa SMP mendapatkan tambahan susu namun tidak mendapatkan kacang-kacangan, sementara siswa kelas bawah mendapatkan menu yang disesuaikan dengan anggaran Rp8.000.
Selain itu, terdapat perbedaan mekanisme untuk program 3B (Balita, Ibu Menyusui, dan Ibu Hamil).
"Untuk 3B itu diberlakukan sistem rapel tiga hari yang diberikan pada hari Senin. Sedangkan untuk anak sekolah, distribusinya dilakukan setiap hari sehingga tidak ada rapelan," tuturnya.
Melalui penjelasan ini, Ayu berharap masyarakat tidak lagi salah paham dalam menilai porsi makanan yang diterima siswa. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini masih menggunakan skema keuangan tersebut untuk memenuhi prinsip gizi seimbang sesuai jenjang usia masing-masing. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
