Masjid Kuno Bondan, Jejak Awal Penyebaran Islam di Tepi Sungai Cimanuk Indramayu

Selamet Hidayat
Penampakan Masjid Kuno Bondan yang masih berdiri kokoh. (Foto: iNewsIndramayu.id/Selamet Hidayat)

Warga setempat juga mengenal masjid ini dengan sebutan Masjid Sapuangin. Nama tersebut diyakini berasal dari kisah Syekh Dzatul Kahfi yang konon memiliki kemampuan spiritual bernama ilmu Sapu Angin.

“Terlepas dari legenda yang menyertainya, nama itu menjadi bagian dari identitas kultural yang diwariskan turun-temurun,” kata Dedy.

Konstruksi Kayu Jati Tanpa Paku

Keunikan Masjid Kuno Bondan terlihat dari konstruksi bangunannya yang seluruhnya menggunakan kayu jati tua. Ruang utama salat berbentuk panggung dan dirangkai menggunakan sistem pasak tanpa paku besi.

Atap masjid berbentuk limasan dengan penutup sirap kayu. Tiang-tiang utama atau saka berdiri kokoh dengan ornamen klasik yang memadukan budaya lokal dan nilai-nilai Islam.

Masjid ini juga memiliki memolo, yakni ornamen di puncak atap yang menjadi ciri khas bangunan masjid kuno di Nusantara.

Meski demikian, beberapa bagian seperti teras depan telah mengalami pembaruan menggunakan material yang lebih modern.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network