Ia juga menyoroti peran kementerian yang memiliki kewenangan dalam pemberian izin serta pengawasan kebun binatang. Menurutnya, fungsi pengawasan tersebut belum berjalan maksimal.
Selain itu, kondisi pengelolaan internal juga menjadi perhatian. Yayasan yang izinnya telah dicabut disebut masih terlibat dalam operasional, sehingga berdampak pada menurunnya kualitas perawatan dan pakan satwa.
“Saya sudah berkunjung di bulan Agustus 2025 baik ke Managemen Bandung Zoo maupun ke Walikota Bandung. Saat itu, Saya membawa pesan dan tawaran dari Ketua Dewan Pengarah BRIN, Ibu Megawati Soekarnoputri utk dilakukan kerja sama perawatan/pemeliharaan hewan dengan Kebun Binatang Ragunan atau Kebun Binatang Surabaya serta alternatif penyelamatan hewan untuk dipindahkan ke Kebun Binatang Ragunan atau Kebun Binatang Surabaya. Tetapi Walikota Bandung tidak merespon pesan dan tawaran tersebut dengan serius. Dan akan menangani sendiri masalah Bandung Zoo tersebut. Sekarang terbukti hasilnya, 2 kematian harimau,” pungkas Ono.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
