INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id - Geliat kepedulian sosial masyarakat di wilayah pusat industri migas Jawa Barat menunjukkan tren yang sangat positif pada hari raya keagamaan tahun ini. Pihak panitia kurban di Desa Sukaurip, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, melaporkan telah menyiapkan sekitar 1.700 paket daging kurban di Indramayu untuk disalurkan secara merata kepada warga setempat yang berhak menerima pada momentum perayaan Hari Raya Iduladha 2026.
Langkah pengorganisasian secara masif ini dilakukan demi memastikan proses distribusi berjalan dengan tertib dan tepat sasaran ke seluruh pelosok desa. Ketua panitia kurban, Nurhaidin, mengatakan jumlah hewan kurban yang berhasil dihimpun oleh pihak panitia dari para mudhohi atau pekurban tahun ini mencapai 16 ekor sapi dan 12 ekor kambing.
“Saat ini terkumpul 16 ekor sapi and 12 ekor kambing,” ujar Nurhaidin, Rabu (27/5/2026).
Pihak panitia berkomitmen untuk menjaga kualitas pelayanan dan transparansi dalam pengelolaan amanah dari masyarakat ini. Nurhaidin menjelaskan, seluruh pasokan daging yang diperoleh dari hasil penyembelihan belasan ekor sapi dan kambing tersebut nantinya akan dipotong secara proporsional, lalu dikemas ke dalam ribuan kantong dengan takaran berat yang seragam sebelum didistribusikan ke rumah-rumah warga.
“Untuk pembagian ada sekitar 1.700 kantong. Satu kantong isinya sekitar 8 ons,” katanya.
Lebih lanjut, Nurhaidin mengungkapkan sebuah fenomena menarik di mana jumlah komoditas sapi kurban pada tahun ini mengalami grafik peningkatan yang cukup signifikan apabila dibandingkan dengan pencapaian pada tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada perayaan Iduladha tahun lalu, pihak panitia lokal mencatat hanya mengelola sebanyak 14 ekor sapi namun dengan jumlah kambing yang lebih banyak, yaitu 21 ekor.
“Tahun kemarin 14 ekor sapi dan 21 ekor kambing,” ujarnya.
Menurut analisis internal panitia, terjadinya peningkatan jumlah sapi yang berbanding terbalik dengan penurunan jumlah kambing ini menunjukkan adanya pergeseran atau perubahan pola cara pandang masyarakat sekitar dalam menunaikan ibadah kurban. Sebagian warga yang pada tahun-tahun sebelumnya lebih memilih untuk berkurban kambing secara individu, kini mulai beralih menggunakan sistem urunan atau patungan untuk membeli satu ekor sapi secara kolektif yang dinilai menghasilkan volume daging lebih banyak.
“Kemungkinan besar masyarakat yang dulu berkurban kambing sekarang beralih ke sapi,” kata Nurhaidin.
Meskipun dalam tahap persiapan operasional sempat diwarnai oleh sejumlah kendala teknis di lapangan, jajaran kepanitiaan mengaku tidak terlalu khawatir. Hal tersebut dikarenakan tim kerja yang dibentuk sudah terbiasa dan terlatih secara turun-temurun dalam menangani proses penyembelihan massal, pemotongan, hingga manajemen rantai distribusi daging setiap tahunnya.
“Kalau kendala pasti ada, tapi karena kami sudah berpengalaman bertahun-tahun jadi bisa diatasi,” ucapnya.
Pihak panitia menaruh harapan besar agar kuantitas perolehan hewan serta jangkauan pembagian paket daging kurban di Indramayu, khususnya di wilayah Sukaurip Balongan, dapat terus merangkak naik pada musim-musim mendatang. Keberhasilan ini dinilai tidak lepas dari tingginya kadar kepercayaan serta kepuasan masyarakat terhadap kredibilitas pelaksanaan kurban yang dikelola oleh panitia desa.
“Harapannya tahun depan bisa meningkat lagi karena kepercayaan masyarakat sudah terbentuk,” pungkasnya.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
