Meski iklim terasa lebih hangat, Ari menegaskan kondisi tahun ini masih berada di batas aman rekor sebelumnya. Situasi cuaca saat ini masih belum melampaui tingkat panas ekstrem yang tercatat pada tahun 2024.
Berdasarkan data resmi dari pihak BMKG, rata-rata anomali suhu udara di Indonesia 2026 dari Januari hingga Juni berada di angka sekitar 0,45 derajat Celsius. Sementara itu, pada periode yang sama di tahun 2024, nilai anomali suhu justru melonjak tinggi hingga mencapai sekitar 0,8 derajat Celsius.
“Artinya, semester pertama 2026 ini masih berada di bawah semester pertama tahun terpanas 2024,” jelasnya.
Pihak BMKG, lanjut Ari, berkomitmen untuk terus memantau perkembangan pergerakan suhu udara hingga beberapa bulan ke depan. Langkah pemantauan berkala ini wajib dilakukan sebelum instansi menyimpulkan sebuah keputusan final. Hal ini guna memastikan apakah sisa akhir tahun nanti berpotensi memecahkan rekor atau tidak.
“2026 tetap perlu kita pantau. Namun sampai pertengahan tahun ini belum dapat kita katakan akan melampaui rekor panas tahun 2024. Kita masih perlu melihat perkembangan tiga sampai empat bulan ke depan,” pungkasnya.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
