Menurutnya, kegiatan reses bukan hanya kewajiban konstitusional anggota DPRD, tetapi juga momentum untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sekaligus menghadirkan suasana yang lebih dekat dengan warga.
"Saya ingin reses ini tidak terasa kaku. Masyarakat datang bukan hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga bisa pulang dengan rasa senang. Karena itu kami selipkan santunan untuk anak yatim dan lansia, sekaligus door prize agar suasananya lebih hangat," ujarnya.
Romdoni menegaskan setiap usulan masyarakat akan menjadi bahan perjuangannya di DPRD. Ia mengaku lebih memilih turun langsung ke lapangan agar mengetahui persoalan yang benar-benar dirasakan warga.
"Aspirasi masyarakat adalah amanah yang harus saya kawal. Kalau saya sudah mendengar langsung keluhannya, tentu saya punya tanggung jawab untuk memperjuangkannya sampai terealisasi," tegasnya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan santunan kepada belasan anak yatim dan lansia, serta pembagian door prize kepada warga. Suasana penuh keakraban itu membuat reses yang biasanya identik dengan forum penyampaian aspirasi berubah menjadi ajang silaturahmi yang lebih meriah tanpa menghilangkan substansi utamanya, yakni mendengar langsung kebutuhan masyarakat.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
