Sejumlah Cabang Olahraga di Indramayu Memilih Tidak Ikut Porprov

Wahyu Topami
Ilustrasi, olahraga menembak. (Foto: Istimewa).

INDRAMAYU,InewsIndramayu.id - Sejumlah cabang olahraga (Cabor) dalam kontingen Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat (Porprov) XV kabupaten Indramayu mengaku kesulitan untuk mengirimkan atletnya dalam ajang olahraga bergengsi empat tahunan tingkatan Jawa Barat tersebut. Hal tersebut dikarenakan belum adanya alokasi anggaran yang dapat menunjang pelaksanaan para atlet untuk berlaga dalam event tersebut.

Sekretaris Umum Pengcab Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) Kabupaten Indramayu Yan Tuyani Oetoey mengatakan cabornya akan absen untuk tidak mengirimkan atlet terbaiknya dalam ajang Porprov Jabar XV yang akan diselenggarakan di tiga kota yakni Bekasi, Depok dan Bogor.

Utuy menanyakan alokasi anggaran dari Pemerintah Kabupaten Indramayu yang sampai saat ini belum cair, sementara atlet membutuhkan suplemen dan kebutuhan lainnya untuk peningkatan prestasinya pada Porprov ke 15 ini.

Perbakin Kabupaten Indramayu menargetkan sebanyak 1 emas dan 1 perak. Sementara, dalam Porprov Jabar ke XIV di Kota Garut atlet Perbakin Indramayu mampu meraih 1 perak. 

"Kabupaten lain sudah mengalokasikan anggarannya untuk peningkatan prestasi, sekarang malah Indramayu kebingungan terkait belum adanya kabar pencairan dana. Baik untuk akomodasi atlet dan persiapan atlet itu sendiri," jelas Oetoey Rabu (2/9/2026).

Hal senada juga disampaikan Ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Indramayu Herman Indra Susanto. Ia menjelaskan timnya tidak akan berangkat untuk mengharumkan nama Indramayu bila pemerintah kabupaten Indramayu tidak mampu mengalokasikan anggarannya untuk kebutuhan atlet berlaga diajang empat tahunan ini.

Menurut Herman, sampai saat ini panitia belum menyiapkan apapun terkait perhelatan olahraga tingkat Jawa Barat tersebut.

"Kita total 28 atlet dan ini semua membutuhkan anggaran. Apalagi kita bertanding membutuhkan waktu sekitar 10 hari," kata Herman.

Sementara, Tarung Drajat memilih tidak memberangkatkan atletnya bila Pemkab Indramayu tidak memberikan anggaran yang pasti.

Ketua tim Tarung Drajat kabupaten Indramayu Karyono menjelaskan untuk membawa 5 atlet serta 3 official diperlukan dana yang tidak sedikit termasuk akomodasi atlet, suplemen dan kebutuhan untuk atlet lainnya.

"Pemkab Indramayu tidak support anggaran, tarung Drajat memilih tidak berangkat dan peluang untuk mendulang medali hanya mimpi, ujar Karyono.

Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu Maman Kostaman mengatakan
anggaran yang diajukan Rp4 miliar ke DPRD Indramayu, hingga kini belum ada realisasi. Sementara Porprov akan berlangsung pada bulan  Oktober-November mendatang.

"Kondisi ini akan menjadi persoalan serius bila Pemkab Indramayu tidak segera mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan atlet yang akan berlaga nanti," jelas Maman Kostaman.

Menurut Maman, sebenarnya ada sedikit angin segar setelah dilakukan pertemuan antara jajaran pengurus KONI dengan Dinas Pemuda, Pariwisata dan Olahraga beberapa Waktu lalu. Namun, kondisi ini juga belum final pengalokasiannya.

 "Dispara untuk dukungan Porprov informasinya dalam bentuk kegiatan berupa biaya perjalanan, akomodasi atlet dan seragam kontingen. Alokasi anggaran ini belum termasuk alat tanding dan baju tanding untuk cabor beladiri," jelas Maman Kostaman.

KONI Indramayu lanjut Maman mempertanyakan besaran anggaran yang diperuntukan untuk atlet dan official yang jumlahnya mencapai 428 orang. Bila tidak terpenuhi, KONI terpaksa tidak memberangkatkan atletnya untuk berpartisipasi dalam ajang Porprov karena terbentur anggaran.
 

Editor : Tomi Indra Priyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network