Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Minim Akses ke Sawah, Petani di Indramayu Gotong Royong Bangun Jembatan
Advertisement . Scroll to see content

PMI Asal Indramayu Meninggal Dunia di Hongkong, Keluarga Berharap Pemulangan Jenazah Dipercepat

Kamis, 09 Oktober 2025 | 15:26 WIB
  • author Selamet Hidayat
PMI Asal Indramayu Meninggal Dunia di Hongkong, Keluarga Berharap Pemulangan Jenazah Dipercepat
Abdul Tolib, sepupu korban kecelakaan di Hongkong menunjukkan foto Siti Purwaningsih yang merupakan Pekerja Migran Indonesia asal Indramayu. (Foto: iNewsIndramayu.id/Selamet Hidayat)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id - Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, bernama Siti Purwaningsih (37), dikabarkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan bersama majikannya pada Senin, 6 Oktober 2025, di kawasan Taipo, Hongkong.

Peristiwa tragis itu terjadi saat Siti dan majikannya tengah berjalan kaki. Keduanya tertabrak sebuah mobil, hingga Siti dikabarkan terjepit di antara kendaraan dan tiang listrik. Baik Siti maupun sang majikan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.

Kabar meninggalnya Siti dengan cepat menyebar di media sosial dan mendapat perhatian luas, terutama di kampung halamannya di Desa Kalensari, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, Asep Kurniawan, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, proses penanganan kasus dan pemulangan jenazah tengah dilakukan.

“Sudah kami urus. Dokumen dan koordinasi dengan pihak P3MI sudah berjalan, sekarang tinggal menunggu proses pemulangan jenazah,” ujar Asep, Kamis, 9 Oktober 2025.

Sementara itu, Abdul Tolib (37), sepupu korban, mengaku terpukul atas kepergian Siti. Menurutnya, Siti dikenal sebagai sosok yang ramah dan baik hati di lingkungan keluarga maupun tetangga.

“Rencananya jenazah Siti akan dimakamkan di kampung halamannya di Desa Kalensari, Widasari,” kata Abdul.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi dari agen yang memberangkatkan Siti, proses pemulangan jenazah ke Indonesia diperkirakan memakan waktu hingga satu bulan, karena masih menunggu kelengkapan dokumen.

“Katanya paling cepat satu bulan, tapi kami berharap Pemerintah Indonesia bisa membantu agar kepulangan Siti bisa lebih cepat,” harap Abdul. (*)

Editor: Tomi Indra Priyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut