Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : DLH Indramayu Akui soal Keterbatasan Armada Pengangkut Sampah
Advertisement . Scroll to see content

Yayasan Bakti Luhur Nusantara Terpilih Jadi Penerima Program Inkubasi Wakaf Produktif 2025

Minggu, 26 Oktober 2025 | 11:11 WIB
  • author Selamet Hidayat
Yayasan Bakti Luhur Nusantara Terpilih Jadi Penerima Program Inkubasi Wakaf Produktif 2025
Yayasan Bakti Luhur Nusantara terpilih menjadi penerima Program Inkubasi Wakaf Produktif 2025. (Foto: iNewsIndramayu.id/Selamet Hidayat)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Kementerian Agama Republik Indonesia secara resmi meluncurkan Program Inkubasi Wakaf Produktif (IWP) Tahun 2025 melalui kegiatan Kick Off Meeting yang digelar secara daring via Zoom Meeting. Acara ini dibuka langsung oleh Direktur Bimbingan Masyarakat Islam, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag.

Dalam sambutannya, Prof. Abu Rokhmad menyampaikan bahwa program Inkubasi Wakaf merupakan langkah nyata dalam mengembangkan perekonomian umat melalui optimalisasi potensi wakaf.

“Inkubasi wakaf ini merupakan cara untuk mengembangkan perekonomian umat. Walaupun bantuan ini tidak seberapa, semoga dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya, Minggu, 26 Oktober 2025.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Prof. Waryono Abdul Ghafur, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, yang dikenal sebagai motor penggerak perwakafan nasional. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya pengelolaan wakaf yang profesional dan berkelanjutan.

“Program Inkubasi Wakaf Produktif merupakan salah satu upaya strategis Kementerian Agama untuk meningkatkan kemandirian ekonomi umat. Bantuan ini bertujuan memperkuat peran Nazhir agar mampu mengelola wakaf secara produktif dan berkesinambungan,” tuturnya.

Editor: Tomi Indra Priyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut