get app
inews
Aa Text
Read Next : 32 Jemaah Umrah Asal Indramayu Diberangkatkan, Camat Ingatkan Jaga Kesehatan dan Nama Baik

Kematian 2 Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Disorot, Sebut Akibat Konflik Pengelolaan

Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:18 WIB
header img
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono. Foto: Selamet Hidayat/iNewsIndramayu

BANDUNG, iNewsIndramayu.id – Kematian harimau Bandung Zoo kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kematian dua anak harimau Benggala di Bandung Zoo, Selasa (24/3/2026).

Dua anak harimau bernama Huru dan Hara dilaporkan mati setelah terinfeksi virus Panleukopenia (Feline Panleukopenia). Peristiwa ini dinilai bukan sekadar kejadian biasa, melainkan akibat persoalan yang telah berlangsung lama.

"Kematian kedua anak harimau ini bukan sekadar insiden biasa, tetapi sudah diprediksi jauh-jauh hari lantaran konflik pengelolaan Bandung Zoo yang berlarut-larut dan tidak adanya kepedulian dari pemerintah baik pusat maupun daerah,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan ini dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).

Menurut Ono Surono, kematian harimau Bandung Zoo ini harus menjadi perhatian serius berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Bandung hingga Kementerian Kehutanan.

"Ada beberapa ada beberapa poin yang menjadi catatan. Pertama, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan seharusnya sejak awal bisa mengantisipasi dan memastikan seluruh hewan di Bandung Zoo terawat dengan baik. Memastikan kesejahteraan hewan terjaga dengan baik terkait dengan makanannya maupun kesehatannya. Namun, kenyataannya hal tersebut belum terlaksana," cetus Ono.

Ia juga menyoroti peran kementerian yang memiliki kewenangan dalam pemberian izin serta pengawasan kebun binatang. Menurutnya, fungsi pengawasan tersebut belum berjalan maksimal.

Selain itu, kondisi pengelolaan internal juga menjadi perhatian. Yayasan yang izinnya telah dicabut disebut masih terlibat dalam operasional, sehingga berdampak pada menurunnya kualitas perawatan dan pakan satwa.

“Saya sudah berkunjung di bulan Agustus 2025 baik ke Managemen Bandung Zoo maupun ke Walikota Bandung. Saat itu, Saya membawa pesan dan tawaran dari Ketua Dewan Pengarah BRIN, Ibu Megawati Soekarnoputri utk dilakukan kerja sama perawatan/pemeliharaan hewan dengan Kebun Binatang Ragunan atau Kebun Binatang Surabaya serta alternatif penyelamatan hewan untuk dipindahkan ke Kebun Binatang Ragunan atau Kebun Binatang Surabaya. Tetapi Walikota Bandung tidak merespon pesan dan tawaran tersebut dengan serius. Dan akan menangani sendiri masalah Bandung Zoo tersebut. Sekarang terbukti hasilnya, 2 kematian harimau,” pungkas Ono.

Ono Surono mendesak adanya langkah cepat dan konkret untuk mencegah kejadian serupa kembali terulang. Ia menekankan pentingnya peningkatan standar perawatan seluruh satwa di Bandung Zoo.

"Standar makanan, kebersihan kandang, dan pemeriksaan kesehatan harus dilakukan dengan sebaik-baiknya agar tidak terjadi lagi kematian satwa langka lainnya," tegasnya.

“Jangan sampai kejadian ini terulang. Kita semua harus memastikan hewan-hewan di Bandung Zoo mendapatkan perawatan yang layak. Kementerian harus ambil langkah cepat, pindahkan seluruh hewan itu ke Kebun Binatang lainnnya atau segera galang dana untuk memastikan kesejahteraan hewan diberikan dengan sebaik-baiknya. Bila pemerintah tidak siap, maka masyarakat termasuk kami akan siap melakukannya," tandas Ono.

Sebagai informasi, Huru dan Hara merupakan anak harimau dari pasangan induk Shah Rukh Khan (22 tahun) dan Jelita (4,5 tahun) yang lahir pada 12 Juli 2025. Keduanya sempat diperkenalkan ke publik pada September 2025.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut