Wacana Provinsi Sunda Mengemuka, DPRD Jawa Barat Pertimbangkan Aspirasi Wilayah Pantura
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id - Diskusi mengenai jati diri sebuah daerah sering kali menyentuh aspek paling mendasar dari sejarah, kebudayaan, hingga identitas kolektif warganya. Ketika sebuah simbol administratif yang telah melekat puluhan tahun mulai diwacanakan untuk berubah, riak tanggapan dari berbagai sudut wilayah pun tidak terhindarkan.
Gagasan besar yang lahir dari ruang-ruang diskusi para tokoh adat kini menggelinding menjadi konsumsi publik, memantik perdebatan hangat di antara wilayah pegunungan Priangan hingga pesisir pantai utara yang kaya akan keberagaman bahasa. Dinamika sosial inilah yang melatarbelakangi lahirnya berbagai masukan kritis seputar usulan pemakaian nama baru Jawa Barat yang tengah bergulir di tingkat legislatif.
Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat kembali memunculkan perdebatan di tengah masyarakat. Usulan mengganti nama Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda, Tatar Sunda, atau Pasundan mendapat respons beragam, terutama dari masyarakat di wilayah pantura seperti Indramayu dan Cirebon yang memiliki karakter budaya berbeda dengan wilayah Priangan. Narasi seputar pemilihan nama baru Jawa Barat ini pun memicu perhatian serius dari jajaran pimpinan dewan di tingkat provinsi.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono menegaskan, DPRD Jawa Barat pada prinsipnya akan menerima dan memfasilitasi setiap aspirasi masyarakat, termasuk soal usulan perubahan nama provinsi tersebut. Namun menurutnya, pembahasan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena menyangkut identitas budaya masyarakat Jawa Barat yang sangat majemuk dan luas geografisnya.
“Perubahan nama Jawa Barat menjadi Provinsi Tatar Sunda, Provinsi Sunda, atau Pasundan itu merupakan usulan dari para tokoh dan sesepuh organisasi kesundaan. Sebagai DPRD tentu kami menerima dan memfasilitasi usulan itu,” ujar Ono Surono saat ditemui di Indramayu, Sabtu (4/7/2026).
Editor : Tomi Indra Priyanto