Tawuran Berulang di Jatibarang, Tokoh Pemuda Nilai Efek Jera bagi Pelaku Belum Terlihat
Ia menilai, jika sanksi yang diberikan kepada para pelaku tidak bersifat mengikat dan tegas, maka rasa berani para remaja tersebut akan terus tumbuh. Ketidaktegasan dalam menangani oknum yang terlibat bentrokan dikhawatirkan akan menjadi pembiaran terselubung yang membuat konflik horizontal ini terus bersemi.
“Kalau pelaku merasa mudah bebas, nanti konflik akan terus berulang,” katanya.
Selain faktor keamanan wilayah, dampak psikologis terhadap warga sipil juga menjadi perhatian serius. Rasa tidak aman kini menyelimuti masyarakat Jatibarang yang ingin melakukan aktivitas ekonomi atau sosial pada jam-jam rawan. Trauma akibat melihat kekerasan secara langsung membuat warga memilih untuk membatasi ruang gerak mereka.
“Masyarakat sampai sekarang masih waswas keluar malam. Saya sendiri kalau beli nasi goreng malam kadang takut kalau tiba-tiba ada tawuran atau kekerasan di jalan,” ucapnya.
Atta mendesak agar jajaran aparat penegak hukum dan pemerintah daerah segera merumuskan formula sanksi yang lebih berat agar fenomena tawuran di Jatibarang Indramayu bisa ditekan secara signifikan. Sanksi tegas ini dianggap sebagai satu-satunya jalan untuk menciptakan rasa takut berbuat kriminal di benak para remaja.
“Kalau memang sudah terbukti tawuran, ya harus ada tindakan tegas supaya ada efek jera dan mereka kapok,” tegasnya.
Editor : Tomi Indra Priyanto