Tawuran Berulang di Jatibarang, Tokoh Pemuda Nilai Efek Jera bagi Pelaku Belum Terlihat
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Persoalan klasik mengenai tawuran di Jatibarang Indramayu kini kembali mencuat dan menjadi sorotan tajam publik. Aksi kekerasan jalanan antarremaja yang terus berulang dari tahun ke tahun di wilayah Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, dinilai oleh banyak pihak menunjukkan indikasi bahwa penegakan hukum dan langkah preventif yang ada belum mampu memberikan efek jera yang nyata bagi para pelakunya.
Tokoh pemuda Jatibarang, M. Atta, mengungkapkan keprihatinannya terhadap siklus kekerasan yang seolah tidak pernah putus ini. Ia menyebut bahwa tawuran di Jatibarang Indramayu bukanlah fenomena baru yang muncul secara tiba-tiba. Berdasarkan catatan sejarah lokal, kawasan ini memang sudah mulai dikenal sebagai titik rawan bentrokan antarkelompok sejak satu dekade yang lalu.
“Dari zaman saya sekolah sekitar 2014–2015 memang sudah dikenal rawan tawuran. Jatibarang ini sudah lama jadi jalur bentrokan,” ujar Atta, Senin (11/5/2026).
Menurut Atta, pola pergerakan para pelaku tawuran di Jatibarang Indramayu saat ini telah berevolusi menjadi lebih berani dan terorganisir. Kemajuan teknologi komunikasi justru dimanfaatkan secara negatif, di mana para remaja tersebut saling menantang dan membuat janji pertemuan untuk bentrok fisik melalui berbagai platform media sosial. Kondisi ini memperparah risiko gangguan keamanan di tengah pemukiman warga dan jalur lintas Pantura.
Editor : Tomi Indra Priyanto