Bulog Pastikan Stok Minyakita di Indramayu Masih Aman Tiga Bulan ke Depan
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id — Tingginya permintaan pasar terhadap komoditas kebutuhan pokok masyarakat sempat memicu kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan barang di sejumlah pasar tradisional. Menanggapi situasi tersebut, Perum Bulog Cabang Indramayu memastikan stok Minyakita di wilayah Kabupaten Indramayu masih dalam kondisi aman meski sempat dikeluhkan langka di Pasar Baru Indramayu dalam beberapa hari terakhir.
Langkah jaminan ketersediaan stok Minyakita di Indramayu ini agar tidak memicu aksi borong atau panic buying di kalangan konsumen rumah tangga maupun pedagang kecil.
Kepastian mengenai kondisi riil pasokan minyak goreng subsidi program pemerintah tersebut disampaikan langsung oleh otoritas tertinggi gudang pangan daerah. Pimpinan Cabang Bulog Indramayu, Apip Wijaya, menguraikan fakta lapangan saat melakukan monitoring distribusi Minyakita secara mendadak di kawasan Pasar Baru Indramayu, Selasa (9/6/2026).
“Sebetulnya alhamdulillah untuk Minyakita sendiri cukup. Bulog punya stok dan kita juga menggelontorkan terutama ke pasar-pasar SP2KP hampir setiap hari,” ujar Apip saat memberikan keterangan.
Apip menjelaskan, dinamika pasar yang terjadi belakangan ini murni disebabkan oleh faktor kecepatan daya beli konsumen. Tingginya minat masyarakat terhadap Minyakita membuat stok di sejumlah toko dan agen sembako menjadi sangat cepat habis dalam hitungan jam.
Namun demikian, pihak Bulog mengklaim terus melakukan pengawasan ketat dan skema distribusi ulang secara berkala agar pasokan di tingkat pedagang eceran tetap tersedia setiap hari.
“Memang karena antusiasme masyarakat terhadap Minyakita cukup tinggi, jadi cepat habis. Tapi kita selalu kontrol dan monitor sehingga terhadap toko-toko yang berdasarkan pencatatan stoknya sudah habis, segera kita distribusikan kembali,” katanya.
Lebih lanjut, Apip menyebutkan angka riil ketersediaan barang yang tersimpan di dalam komplek pergudangan sediaan daerah. Hingga saat ini Bulog Indramayu dilaporkan masih memiliki stok sekitar 17 ribu liter Minyakita dan dalam waktu dekat manajemen akan kembali melakukan pengadaan tambahan dari pusat.
“Untuk sampai hari ini kita masih punya 17 ribu liter, cukup, dan kita akan melakukan pengadaan kembali,” ucapnya.
Berdasarkan kalkulasi tim logistik internal keagenan, jumlah stok yang dikuasai saat ini diperkirakan masih sangat mampu untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rutin masyarakat Indramayu hingga tiga bulan ke depan tanpa ada kendala yang berarti.
“Untuk tiga bulan ke depan kita masih cukup,” tambahnya.
Sementara terkait regulasi harga jual yang beredar di tingkat pedagang kaki lima maupun toko kelontong, Apip memastikan seluruh jaringan distribusi Minyakita masih dijual dengan mematuhi aturan ketentuan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan Kementerian Perdagangan.
“Untuk pembelian Rp14.500 dan HET-nya Rp15.700,” jelasnya.
Melalui momentum pemantauan pasar ini, ia pun mengimbau dengan sangat agar seluruh lapisan masyarakat tidak perlu merasa panik berlebihan terhadap isu kelangkaan minyak goreng. Bulog berjanji akan terus melakukan penetrasi pasar dan distribusi secara rutin ke pasar-pasar rakyat setempat.
“Jadi masyarakat tidak perlu panik,” pungkasnya.
Editor: Tomi Indra Priyanto