Harga Plastik Melonjak, Pedagang Gorengan di Indramayu Terpaksa Kecilkan Ukuran Jualan
Ia memilih strategi alternatif memperkecil ukuran fisik gorengan demi mempertahankan minat beli masyarakat, terutama karena kondisi sirkulasi keuangan dan daya beli masyarakat desa dinilai sangat berbeda jauh dengan kondisi perkotaan.
“Kalau di kampung kan ekonomi masyarakat beda sama di kota. Jadi kami enggak bisa naik harga, paling ukurannya yang dikurangi sedikit,” ujarnya.
Menurut pengakuan Sayun, langkah taktis mengecilkan volume ukuran gorengan menjadi pilihan paling realistis dan aman agar jajanannya tetap ramah di dompet masyarakat bawah yang menjadi pelanggan utamanya setiap hari.
“Tetap Rp1.000, cuma ukurannya sedikit dikurangi,” katanya.
Di tengah himpitan kenaikan berbagai kebutuhan modal usaha yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda tersebut, Sayun mengaku hanya bisa menaruh harapan besar agar roda perekonomian kembali berjalan stabil dan pemerintah daerah bisa mengontrol stabilitas harga komoditas pasar sehingga para pelaku pedagang gorengan di Indramayu seperti dirinya tetap bisa bertahan hidup.
“Harapannya yang penting lancar. Syukur-syukur harga bisa turun,” pungkasnya.
Editor : Tomi Indra Priyanto