Praktisi K3 Desak Pemerintah Benahi U-Turn Pantura Usai Kecelakaan Maut di Indramayu
Selain faktor manusia, Lazuardi juga menyoroti desain U-turn yang dinilai belum memenuhi aspek keselamatan. Menurutnya, bentuk putaran balik yang ada belum memberikan perlindungan maksimal bagi kendaraan yang hendak berbelok sehingga berisiko ditabrak dari belakang.
Ia mencontohkan U-turn di depan SPBU Jalur Pantura arah Cirebon–Jakarta menuju Rumah Sakit Mitra Plumbon. Meski belum ideal, menurutnya desain tersebut lebih baik karena memiliki kelokan yang dapat mengurangi risiko tabrakan akibat kendaraan di belakang terlambat mengerem atau kendaraan di depan berbelok secara mendadak.
"Dengan desain yang lebih aman, pengemudi di belakang memiliki waktu dan ruang yang lebih cukup untuk mengantisipasi kendaraan yang akan berputar balik," katanya.
Lazuardi juga menyoroti masih rendahnya budaya keselamatan (safety culture) di masyarakat. Salah satunya terlihat dari kebiasaan menggunakan mobil bak terbuka (colt bak) sebagai angkutan penumpang, padahal kendaraan tersebut diperuntukkan untuk mengangkut barang.
"Budaya keselamatan berlalu lintas kita masih perlu diperkuat. Mobil bak terbuka masih sering digunakan untuk mengangkut orang dalam kegiatan pernikahan, wisata, pertanian hingga kegiatan budaya. Padahal dari sisi keselamatan, praktik tersebut sangat berisiko," tegasnya.
Editor : Tomi Indra Priyanto