Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Minim Akses ke Sawah, Petani di Indramayu Gotong Royong Bangun Jembatan
Advertisement . Scroll to see content

Warga Kroya Indramayu Laporkan Dugaan Ajaran Mimi Desi ke MUI, Minta Segera Dikaji

Selasa, 21 Juli 2026 | 11:08 WIB
  • author Wahyu Topami
Warga Kroya Indramayu Laporkan Dugaan Ajaran Mimi Desi ke MUI, Minta Segera Dikaji
Mimi Desi (Celana hijau, jaket hitam) saat hadiri klarifikasi di Kantor KUA Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Selasa (21/7/2026). (Foto: Wahyu Topami)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Dugaan Ajaran Mimi Desi dilaporkan tokoh masyarakat Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI). Laporan itu disampaikan setelah warga menilai terdapat sejumlah ajaran yang diduga menyimpang dan berpotensi menyesatkan masyarakat. Selain melapor ke MUI, pelapor juga berencana melakukan klarifikasi ke kantor yang difasilitasi KUA.

Tokoh masyarakat Kecamatan Kroya, Guruh Rahmatullah, mengatakan dugaan aktivitas kelompok tersebut telah berlangsung sekitar sembilan bulan. Menurutnya, persoalan itu bermula ketika seorang yang diduga merupakan pengikut Mimi Desi datang ke rumah kerabatnya dengan alasan menawarkan metode pengobatan.

"Awalnya ada salah satu orang yang diduga merupakan pengikutnya datang ke rumah bibi saya. Kemudian dia mengajak dengan alasan untuk pengobatan. Katanya pengobatannya cukup dengan bersilaturahmi. Kami sendiri tidak tahu metode pengobatannya seperti apa, tetapi yang kami ketahui hanya cukup bersilaturahmi dan dijanjikan bisa sembuh," ujar Guruh, Selasa (21/7/2026).

Seiring berjalannya waktu, Guruh mengaku mulai menemukan sejumlah kejanggalan dalam praktik yang dijalankan kelompok tersebut. Karena itu, ia bersama warga memutuskan menyampaikan laporan kepada MUI agar dilakukan kajian lebih lanjut terhadap dugaan yang berkembang di masyarakat.

"Lama-kelamaan kami melihat ada banyak kejanggalan. Yang kami khawatirkan adalah masyarakat menjadi salah memahami ajaran agama. Kami takut terjadi kesesatan di tengah masyarakat," katanya.

Editor: Tomi Indra Priyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut