KAI Daop 3 Cirebon Siagakan 271 Personel Pengamanan demi Keselamatan Perjalanan Kereta
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Pengamanan KAI Daop 3 Cirebon terus diperkuat untuk memastikan perjalanan kereta api berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon menyiagakan ratusan personel yang bekerja selama 24 jam untuk menjaga keamanan pelanggan, stasiun, jalur rel, serta berbagai objek vital perkeretaapian, Rabu (22/7/2026).
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan keamanan menjadi salah satu aspek utama dalam pelayanan kepada pelanggan. Oleh karena itu, KAI menempatkan personel di berbagai titik strategis dan menerapkan sistem pengawasan secara berlapis.
"Petugas pengamanan KAI tidak hanya hadir di stasiun, tetapi juga mengawal perjalanan kereta api, mengamankan objek vital serta aset perusahaan, hingga melakukan patroli di jalur rel. Tugasnya selain menjaga keamanan, juga memberikan pelayanan kepada para pelanggan seperti membantu penumpang saat menggunakan loket box di stasiun, menunjukkan di jalur berapa KA berada, membantu membawakan barang penumpang, membantu penumpang yg mempunyai kekurangan fisik, serta membantu pengkondisian penumpang yang menderita sakit dalam perjalanan KA maupun di Stasiun.Mereka bekerja selama 24 jam untuk memastikan pelanggan dapat bepergian dengan aman dan nyaman," ujar Muhibbuddin.
Di wilayah kerja Daop 3 Cirebon, pengamanan mencakup 30 stasiun yang berada di Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten dan Kota Cirebon, serta Kabupaten Brebes. Tugas tersebut dijalankan oleh 105 personel Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) dan 166 personel security.
Selain itu, pengamanan diperkuat melalui sinergi dengan aparat TNI dan Polri di seluruh wilayah kerja Daop 3 Cirebon. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap kondusif, baik di area stasiun maupun sepanjang jalur kereta api.
Tak hanya fokus pada pengamanan, personel Polsuska juga aktif memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menyasar warga, pelajar, hingga mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran mengenai keselamatan di jalur kereta api dan perlintasan sebidang.
Selama Januari hingga Juli 2026, tim Pengamanan KAI Daop 3 Cirebon telah melaksanakan 40 kegiatan sosialisasi keselamatan perkeretaapian di lingkungan masyarakat dan sekolah. Selain itu, petugas juga menggelar 71 kegiatan edukasi keselamatan di perlintasan sebidang.
Untuk meningkatkan efektivitas pengamanan, KAI Daop 3 Cirebon memanfaatkan berbagai teknologi pendukung. Langkah tersebut meliputi patroli jalur rel menggunakan drone, patroli rutin di objek vital, pengamanan stasiun, pengawalan perjalanan kereta api, hingga pemantauan melalui jaringan CCTV di berbagai titik strategis.
Muhibbuddin mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari upaya meningkatkan kecepatan respons terhadap potensi gangguan keamanan.
"Kami terus memperkuat sistem pengamanan melalui kombinasi personel yang profesional, pemanfaatan teknologi, serta kerja sama dengan aparat kewilayahan. Dengan demikian, seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sedini mungkin demi keselamatan perjalanan kereta api dan kenyamanan pelanggan," tambahnya.
KAI Daop 3 Cirebon juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang membahayakan operasional kereta, seperti berada di jalur rel tanpa kepentingan, merusak fasilitas perkeretaapian, maupun melempar kereta yang sedang melintas.
Menurut Muhibbuddin, partisipasi masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan perjalanan kereta api yang aman dan nyaman bagi semua pengguna jasa.
"Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi antara petugas, aparat, dan masyarakat, KAI optimistis dapat terus menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, selamat, dan memberikan rasa tenang bagi setiap pelanggan." tutup Muhibbuddin.
Editor : Tomi Indra Priyanto