Ia menilai, untuk memberantas hama tikus dan serangga seperti wereng, petani lebih membutuhkan dukungan alat dan bahan pengendali hama yang tepat, bukan sekadar penebaran predator alami.
“Petani maunya pakai alat kayak kompor gas atau obat hama. Soalnya di sawah bukan cuma tikus, tapi juga ada wereng dan hama lain,” pungkasnya.
Sebelumnya, program Ular Sahabat Tani sempat menuai perhatian publik karena dianggap sebagai pendekatan ekologis dalam pengendalian hama tanpa pestisida. Meski demikian, sejumlah petani berharap evaluasi dilakukan agar program tersebut lebih tepat sasaran dan sesuai kondisi lapangan. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
