Terkait bagaimana perahu tersebut bisa dibawa keluar oleh mahasiswa, Ade mengaku belum mengetahui secara pasti.
“Nah itu, kita pun kurang paham. Karena kegiatannya tidak izin, proses membawa keluar perahu karet dari kampus pun kami tidak tahu,” katanya.
Lebih lanjut, Ade mengungkapkan bahwa dari tujuh orang yang terlibat dalam insiden tersebut, satu di antaranya sudah tidak berstatus sebagai mahasiswa Polindra.
“Dari data yang kami terima, satu orang di antara mereka sudah DO (drop out) dari kampus,” ucapnya.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
