“Mitigasi memang yang paling dominan di kita ini bahaya banjir. Tapi akhir-akhir ini juga sering terjadi bahaya-bahaya yang muncul karena angin puting beliung ataupun angin ribut seperti itu,” tambahnya.
Menurutnya, titik rawan bencana banjir hampir tersebar di setiap kecamatan, khususnya di kawasan rendah dan sekitar tanggul sungai. BPBD berkoordinasi dengan BBWS, Dinas PUPR, dan tim teknis untuk memperkuat tanggul serta memantau potensi kerusakan.
“Kita coba pertinggi tanggul untuk meminimalisir kondisi keresahan masyarakat,” jelas Dadang.
BPBD mencatat lima kejadian bencana sepanjang November ini, terdiri dari tiga kasus angin puting beliung dan dua kejadian rob di Kecamatan Kandanghaur, tepatnya di Desa Eretan Wetan, Eretan Kulon, dan Kertawinangun. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
