Menurutnya, kebakaran yang terjadi sekitar tahun 2018 menjadi titik awal meredupnya aktivitas Pasar Mambo. Pasca kebakaran tersebut, sebagian pedagang direlokasi ke area depan Polres Indramayu.
“Setelah kebakaran, pasar dipindahkan. Belum pulih, datang pandemi Covid-19. Sejak itu, kondisi pasar semakin menurun,” ungkapnya.
Hingga kini, para pedagang yang masih bertahan hanya bisa berharap adanya perhatian dan langkah nyata dari pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali Pasar Mambo agar kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Indramayu. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Artikel Terkait
News Update
