Sate gecek memiliki cita rasa khas yang cenderung manis karena menggunakan campuran gula merah dalam adonan daging sapi. Selain itu, tersedia pula varian sate rojetan yang bercita rasa asin.
Keunikan sate gecek juga terletak pada proses pembuatannya. Berbeda dengan sate pada umumnya, daging tidak ditusuk, melainkan ditumbuk hingga halus, kemudian dililitkan sebelum dibakar. Sajian ini juga tidak menggunakan kecap, melainkan disiram kuah berbumbu rempah khas.
Dalam sehari, Widi mengaku mampu menjual lebih dari 500 tusuk sate gecek. Satu porsi berisi 10 tusuk dibanderol seharga Rp26 ribu.
Ia mulai berjualan pukul 14.30 WIB hingga 21.00 WIB, berlokasi di Jalan A. Yani, tepatnya di samping perempatan lampu merah Waiki, Indramayu Kota.
“Sehari bisa 500 bahkan lebih, apalagi saat hari besar tiba,” katanya.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
