Kisah Rifki, Otodidak Servis HP yang Menolak Kerja Pabrik dan Pilih Jalur Mandiri

Wahyu Topami
Muhamad Agus Rifki (26), saat memperbaiki ponsel milik konsumennya di Bahri Cell, Desa Cibereng, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Rabu (11/2/2026). (Foto: iNewsIndramayu.id/Wahyu Topami)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Bagi sebagian orang, sistem Cash on Delivery (COD) mungkin hanya sekadar transaksi jual-beli biasa. Namun bagi Muhamad Agus Rifki (26), setiap langkah menuju titik temu adalah sekolah jalanan yang membentuk mental bisnisnya hingga sukses mendirikan gerai servis HP Bahri Cell.

Berlokasi di Desa Cibereng, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, konter milik Rifki kini menjadi tumpuan warga sekitar untuk urusan perbaikan gawai. Namun, siapa sangka kejayaan kecil ini bermula dari modal nekat dan sebuah akun Facebook pada tahun 2016.

"Dulu modal saya cuma Rp500 ribu hasil tabungan saat masih sekolah. Saya cari barang rusak di Facebook, lalu COD sampai ke pelosok Karangampel, Cirebon, hingga Majalengka," kenang Rifki, Rabu (11/2/2026).

Pahit Getir Menjemput Rezeki

Jalanan tidak selalu ramah bagi Rifki. Ia pernah merasakan pahitnya ditipu hingga menelan kekecewaan mendalam saat calon pembeli tiba-tiba memblokir kontak setelah ia menempuh perjalanan jauh.

"Pernah jauh-jauh ke Jatibarang, pas sudah sampai lokasi, nomor saya malah diblokir. Rasanya benar-benar zonk. Tapi dari pengalaman pahit itulah saya belajar soal konsistensi dan bagaimana mengelola risiko di lapangan," tuturnya.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network