Ia menjelaskan, munculnya titik banjir baru disebabkan oleh meningkatnya debit air serta adanya pembangunan saluran air yang masih dalam proses pengerjaan dan belum sepenuhnya rampung.
“Kemarin kita lihat ada beberapa pembangunan saluran air yang belum selesai sehingga menimbulkan dampak. Kalau semua sudah rampung, aliran air seharusnya lebih lancar. Saat ini masih ada sodetan-sodetan yang belum tersedia,” jelasnya.
Selain itu, Lucky Hakim juga menyoroti kondisi kontur wilayah serta perkembangan kawasan permukiman baru yang belum didukung sistem drainase memadai.
“Ada aliran air yang posisinya lebih tinggi dari permukiman. Ditambah pembukaan perumahan baru yang saluran air existing-nya belum tersedia. Ini semua sedang kita evaluasi,” tambahnya.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
