Maryam kini tinggal sementara di rumah Ketua RT setempat dan dikategorikan hidup sebatang kara, karena minimnya dukungan keluarga yang mampu secara fisik maupun finansial.
"Kami mengetuk pintu hati pemerintah daerah, instansi terkait, maupun dermawan untuk memberikan atensi khusus terkait penanganan medis berkelanjutan untuk penyakit stroke dan pemulihan luka infeksi," ucapnya.
Menurut Lisa, Maryam butuh kepastian tempat tinggal atau panti sosial yang layak bagi lansia sebatang kara, serta bantuan logistik dan kebutuhan dasar sehari-hari.
Lina pun melakukan hal tersebut tidak sendirian, namun ada tim dari Jabar Bergerak yang peduli dengan kondisi Maryam.
"Intinya Ibu Maryam ini sebatang kara. Kami sudah menghubungi berbagai pihak mulai dari desa hingga Dinsos, namun hingga detik ini belum mendapatkan jalan keluar yang jelas," pungkasnya. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
