Menurut Lina, setibanya di bandara, Maryam diantarkan kepada satu-satunya kerabat yang tersisa, yakni kakaknya di BTN Lama Asrama Haji.
"Namun, kondisi sang kakak yang sudah sepuh dan mengalami kesulitan ekonomi membuat perawatan Ibu Maryam menjadi tidak memungkinkan," terang Lina
Kondisi Kesehatan yang Memburuk
Saat pertama kali tiba, Maryam dalam kondisi menderita stroke namun tanpa luka fisik.
"Setelah satu bulan berada di kediaman kerabatnya yang terbatas secara ekonomi, kondisinya memburuk drastis. Ia ditemukan dengan luka infeksi parah di beberapa bagian tubuh hingga mengeluarkan aroma tidak sedap," jelas Lina.
Beruntung, aksi cepat sukarelawan dan bantuan tim medis (bidan desa) berhasil memberikan penanganan luka sehingga kondisi kesehatannya kini mulai membaik.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
