Terminal Khusus Kilang Balongan Jadi Simpul Strategis Distribusi Energi Nasional

Dindin Ahmad S
Kapal PIS Cinta melakukan proses pemuatan Avtur hasil pengolahan Kilang Pertamina Balongan di Terminal Khusus Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat. (Foto: Istimewa)

Kilang Balongan sendiri dikenal sebagai unit pengolahan minyak mentah dengan tingkat kompleksitas tertinggi di Indonesia. Kapasitas pengolahannya mencapai 150 ribu barel per hari (KBPD), dengan produk utama berupa Gasoline, Gasoil, Avtur, serta produk Non BBM seperti Propylene dan LPG.

Sekitar 82 persen hasil produksi kilang digunakan untuk memenuhi kebutuhan Jakarta dan Jawa Barat, sementara sisanya disalurkan ke wilayah lain di Indonesia serta untuk ekspor Decant Oil.

Untuk menunjang pasokan bahan baku, Kilang Balongan dilengkapi fasilitas Single Point Mooring (SPM) yang berada sekitar 18 kilometer dari garis pantai. Melalui sistem ini, minyak mentah dan sebagian produk diangkut menggunakan kapal tanker, lalu dialirkan ke kilang melalui pipa bawah laut.

Terdapat tiga unit SPM dengan kapasitas berbeda, yang mampu melayani kapal berukuran mulai dari 17.500 DWT hingga 165.000 DWT. Bahkan, SPM terbesar mampu menerima tanker dengan muatan sekitar satu juta barel.

Faktor cuaca dan kondisi laut menjadi aspek penting dalam pengawasan distribusi. Setiap pergerakan kapal dipantau menggunakan sistem pelacakan GPS untuk memastikan ketepatan waktu dan keamanan pengiriman.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network