Stok Besar, Distribusi Lambat: DPRD Soroti Anomali Pupuk di Indramayu

Wahyu Topami
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Indramayu, Imron Rosyadi. (Foto: iNewsIndramayu.id/Wahyu Topami)

Melihat anomali stok yang tersedia namun sering terlambat karena faktor jarak, Imron Rosyadi memberikan solusi radikal. Ia mendesak pemerintah pusat mengevaluasi letak pabrik yang jauh di Jawa Timur, sementara konsumen terbesarnya ada di Indramayu.

"Kenapa pabrik pupuknya ada di Gresik? Tiap tahun pasti ada problem pengiriman, apalagi kalau Jawa Tengah banjir, armada terlambat. Kami mendorong PI bisa bangun pabrik di Indramayu agar cepat. Kalau PI mau, kami siap support lahan untuk terwujud," tegas Imron.

Imron menilai, kelancaran urea yang diproduksi di Cikampek harusnya menjadi contoh bahwa kedekatan pabrik dengan lahan pertanian adalah kunci.

"Kalau urea pasokannya selalu ada, standby, karena lebih dekat (Cikampek). Jadi nanti ini menjadi perhatian bersama," tutupnya. (*)

Editor : Tomi Indra Priyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network