Mediasi Konflik Lahan Digelar di DPRD Indramayu, Peternak dan Petani Tebu Sepakat Jaga Kondusivitas

Selamet Hidayat
Komisi II DPRD Indramayu menggelar audiensi terkait konflik antara petani tebu dan peternak sapi di Aula Utama Gedung DPRD Indramayu. (Foto: iNewsIndramayu.id/Selamet Hidayat)

Perwakilan peternak, Haji Tarmo, menyampaikan bahwa populasi sapi di Situ Bolang saat ini mencapai sekitar 2.000 ekor. Secara teknis, dibutuhkan kurang lebih 100 hektare lahan penggembalaan untuk memenuhi kebutuhan pakan.

“Lahan yang tersedia saat ini sangat terbatas. Kami berharap pemerintah dan pihak perusahaan bisa memberikan kepastian legalitas serta menyediakan lahan pakan agar usaha peternakan dapat berjalan tertib tanpa konflik,” ujar Tarmo usai rapat.

Sementara itu, perwakilan petani tebu, Pak Tarman, menegaskan bahwa kerusakan tanaman menjadi persoalan utama.

“Tanaman tebu yang rusak tentu berdampak pada hasil panen. Kami hanya meminta agar ternak tidak masuk ke lahan tebu. Kami juga menggantungkan hidup dari sini, jadi kami berharap ada saling pengertian,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Keuangan PG Rajawali II, Warsim, mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) serta pemangku kepentingan lainnya di Jakarta untuk mencari solusi sesuai ketentuan hukum.

“Kami sedang membahas skema legalitas lahan pakan. Selain itu, kami juga mendorong pemanfaatan pucuk tebu sebagai alternatif pakan ternak,” kata Warsim.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network