Ia menambahkan, mangrove memiliki fungsi strategis dalam memperkuat ketahanan iklim sekaligus menopang ekonomi pesisir.
"Ketika mangrove di Cantigi dan Krangkeng ini tumbuh rapat, ia berfungsi ganda, sebagai benteng alami penahan laju abrasi yang mengancam daratan, sekaligus sebagai rumah tinggal fauna laut seperti ikan dan kepiting. Artinya, menjaga mangrove adalah menjaga piring nasi nelayan dan kedaulatan pangan kita," papar Ery.
Program rehabilitasi ini juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan poin 14 tentang Ekosistem Laut. PHE ONWJ, lanjut Ery, menargetkan investasi sosial yang berdampak nyata dan berkelanjutan.
"Kami ingin memastikan setiap rupiah investasi sosial Pertamina memberikan Social Return on Investment (SROI) yang positif. Kami tidak ingin menanam lalu pergi. Penanaman di dua desa ini adalah modal awal untuk membangun kemandirian masyarakat pesisir," tegas Ery.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
