Dari sisi provinsi, Kepala UPTD Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Ketut Donny Djatmika, menekankan pentingnya pengelolaan lanjutan setelah fungsi ekologis kawasan pulih.
"Ke depan, saat tanaman tumbuh, kita akan turun ke aspek lain, yaitu pengelolaan hasil hutan yang memberikan manfaat ekonomi bagi warga. Jangan kapok untuk terus berkolaborasi, karena Dinas Kehutanan akan selalu mengawal," pesan Donny.
Sementara itu, Lurah Desa Krangkeng, Jahari, menyampaikan harapan agar program ini tidak berhenti pada tahap penanaman semata.
"Pohon mangrove ini adalah benteng kami dari abrasi. Kami berharap kerja sama ini tidak putus di sini, tetapi berlanjut dalam bentuk pembinaan jangka panjang agar kami mampu merawat warisan ini dengan baik," harap Jahari.
Dengan penanaman di dua titik kritis ini, rehabilitasi mangrove di pesisir Indramayu diharapkan menjadi fondasi perlindungan jangka panjang bagi wilayah daratan sekaligus sumber penghidupan masyarakat nelayan setempat. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
