INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Menjelang waktu berbuka puasa, perburuan menu takjil menjadi tradisi yang tak terpisahkan dari momen kuliner Ramadan di Indramayu. Di Kecamatan Terisi, terdapat pedagang musiman yang menawarkan menu berbeda dari kebanyakan jajanan berbuka.
Adalah Aples, warga Desa Karangasem, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, yang konsisten berjualan es kacang hijau dan susu kedelai setiap bulan Ramadan. Usaha ini telah ia jalani sejak tahun 2006 dan tetap bertahan hingga sekarang.
Inspirasi dari Ibu Kota
Kehadiran es kacang hijau racikan Aples menambah variasi Kuliner Ramadan di Indramayu. Ide berjualan minuman tersebut berawal dari pengalamannya saat berada di Jakarta.
“Saya terinspirasi saat singgah di Jakarta. Di sana banyak yang jual es kacang hijau, lalu saya coba bawa ke kampung halaman,” ujar Aples, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, menu ini jarang ditemukan di wilayah Terisi maupun daerah lain di Indramayu. Hal itu yang membuatnya optimistis untuk terus berjualan setiap Ramadan.
Satu-satunya di Indramayu
Dalam sehari, Aples bisa menghabiskan satu hingga dua kilogram kacang hijau untuk memenuhi permintaan pelanggan. Lapaknya selalu ramai menjelang waktu berbuka.
Tahun ini, lapak Kuliner Ramadan di Indramayu milik Aples berada di dekat Gang Agdiro, Desa Karangasem, sehingga lebih mudah dijangkau warga sekitar maupun pengendara yang melintas.
Ia bahkan mengklaim sebagai satu-satunya penjual es kacang hijau musiman di daerah tersebut.
“Setahu saya, di Indramayu belum ada lagi yang jual seperti ini. Biasanya orang jual kolak atau es buah, tapi es kacang hijau jarang,” katanya.
Keunikan inilah yang membuat lapaknya menjadi tujuan warga yang ingin mencoba variasi menu takjil berbeda dari biasanya.
Konsisten Sejak 2006
Meski hanya berjualan saat Ramadan, konsistensi hampir dua dekade menjadikan Aples bagian dari warna Kuliner Ramadan di Indramayu, khususnya di wilayah Terisi.
Bagi warga yang melintas di Desa Karangasem, es kacang hijau dan susu kedelai milik Aples bisa menjadi pilihan menu berbuka yang menyegarkan sekaligus bernilai nostalgia. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
