INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Indramayu terus berupaya memperluas jangkauan perlindungan masyarakat dari ancaman api, khususnya di wilayah barat. Langkah nyata ini diwujudkan melalui kegiatan pelatihan pengoperasionalan armada serta simulasi pencegahan bahaya kebakaran yang digelar di Markas Batalion Brigif 889 Batalion Teritorial Pembangunan, Cikedung.
Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mensinergikan kekuatan antara petugas pemadam kebakaran dengan personel TNI di lapangan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan respon cepat terhadap insiden kebakaran di wilayah Cikedung dan sekitarnya dapat dilakukan secara lebih optimal dan terukur oleh tim gabungan.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Kabid Damkar) Satpol PP Indramayu, Jajat Sudrajat, menjelaskan bahwa agenda utama di lokasi tersebut berfokus pada pembekalan teknis bagi personel Batalion terkait prosedur pemadaman yang efektif dan aman.
"Kami melaksanakan kegiatan pelatihan pengoperasionalan serta simulasi pencegahan bahaya kebakaran di Batalion Brigif 889 Batalion Teritorial Pembangunan Cikedung. Kegiatan ini juga dibarengi dengan pelatihan simulasi kebakaran secara langsung di lapangan," ujar Jajat, Sabtu (2/5/2026).
Lebih lanjut, Jajat menekankan bahwa kolaborasi ini sangat penting mengingat wilayah barat Indramayu memiliki cakupan area yang cukup luas. Batalion Brigif 889 dinilai memiliki kesiapan sarana yang sangat mendukung karena telah dilengkapi dengan armada pemadam sendiri yang siap dimobilisasi kapan saja.
"Batalion Brigif Teritorial Pembangunan 889 saat ini mempunyai tiga armada. Mereka menyatakan kesiapannya untuk bersinergi bersama Damkar Indramayu guna bekerja sama bilamana terjadi insiden kebakaran, khususnya di wilayah barat Indramayu," tambah Jajat.
Langkah kolaboratif antara Damkar Indramayu dan Brigif 889 ini diharapkan menjadi standar baru dalam penanganan bencana kebakaran yang terpadu di tingkat kecamatan. Dengan dukungan armada tambahan dari pihak Batalion, kekuatan pemadaman di titik-titik rawan kini menjadi lebih solid.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan titik api agar koordinasi cepat antara Damkar dan Batalion bisa segera dilaksanakan.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
