INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Kemunculan satwa liar di tengah permukiman padat penduduk kembali memicu kepanikan warga di pesisir Pantura. Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, tim rescue dari Damkar Kabupaten Indramayu dikerahkan ke lapangan untuk mengevakuasi seekor ular coros berukuran cukup besar yang menyelinap masuk ke dalam sebuah warung kelontong di wilayah Desa Juntinyuat RT 08 RW 02, Kecamatan Juntinyuat, pada Sabtu (23/5/2026).
Operasi tanggap darurat penyelamatan satwa (animal rescue) ini dilaksanakan oleh jajaran personel Regu 1 Mako Damkar Kabupaten Indramayu. Petugas langsung bergerak cepat melakukan penyisiran setelah menerima laporan darurat dari seorang warga setempat bernama Triah, yang masuk ke pusat panggilan pemadam kebakaran sekira pukul 12.10 WIB.
Komandan Regu 2 Damkar Kabupaten Indramayu, Retno Hendriyanto mengatakan, petugas langsung menuju lokasi usai menerima laporan adanya ular yang masuk ke area warung milik warga. Keberadaan ular yang dikenal lincah tersebut sempat membuat pemilik warung ketakutan untuk beraktivitas.
“Kami menerima laporan dari warga terkait adanya ular coros di dalam warung. Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi,” ujar Retno.
Setibanya di lokasi kejadian, para personel pemadam kebakaran yang dilengkapi dengan tongkat penjepit khusus (snake hook) serta alat pelindung diri langsung memetakan titik persembunyian sang ular. Kondisi warung yang dipenuhi barang dagangan dan ruang sempit sempat menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.
Kendati ular tersebut sempat mencoba merayap cepat menghindari kejaran, kematangan taktik dari tim penjinak satwa membuat pergerakannya berhasil dikunci. Proses evakuasi berlangsung sekitar 50 menit hingga akhirnya ular berhasil diamankan petugas tanpa menimbulkan korban.
“Alhamdulillah ular berhasil dievakuasi dengan aman dan situasi kembali kondusif,” katanya.
Pasca-penanganan tersebut, Retno mengimbau masyarakat agar tetap waspada apabila menemukan hewan liar masuk ke permukiman maupun tempat usaha, terutama saat cuaca tidak menentu seperti sekarang ini yang kerap memaksa satwa keluar dari habitat aslinya.
“Kalau masyarakat menemukan ular atau hewan berbahaya lainnya, sebaiknya jangan ditangani sendiri. Segera laporkan ke petugas agar bisa dievakuasi dengan aman,” ucapnya.
Dalam proses evakuasi yang berjalan dramatis tersebut, sejumlah personel terlatih dari Mako Damkar Kabupaten Indramayu turut diterjunkan ke area konflik. Di antaranya adalah Moch Warsito, Sujono, Adhitya Rakhman, Johan Mukhari, Erahanda, Aden Arifno, dan Jajat Wibisono.
Ular coros yang berhasil diamankan tersebut selanjutnya dibawa ke markas komando sebelum nantinya dilepaskan kembali ke habitat yang jauh dari jangkauan permukiman warga.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
