INDRAMAYU, InewsIndramayu.id -
Kekeringan Embung Pertamina di Desa Sukaurip, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, tidak hanya membuat petani kesulitan mendapatkan air. Sejumlah biaya yang telah dikeluarkan untuk kegiatan tanam juga terancam tidak kembali.
Salah seorang petani, Wardi, mengaku mengalami kerugian sekitar Rp5 juta setelah sebelumnya mengeluarkan modal untuk kegiatan pertanian.
“Kalau saya sekitar Rp5 juta modal yang sudah dikeluarkan,” ujar Wardi, Senin (10/8/2026).
Ia mengatakan modal tersebut telah digunakan untuk kegiatan tanam sebelum kondisi embung semakin mengering. Namun, ketersediaan air yang terbatas membuat proses pertanian tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
“Sudah tanam. Karena embungnya kering, akhirnya tidak bisa melanjutkan,” katanya.
Menurut Wardi, persoalan tersebut tidak hanya dirasakan oleh dirinya. Ia menyebut sekitar 70 hektare sawah di wilayah tersebut bergantung pada pasokan air dari Embung Pertamina.
“Kalau embungnya kering, ya bangkrut. Tidak bisa tanam,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat petani berada dalam posisi sulit. Modal telah dikeluarkan, sementara keberlanjutan kegiatan pertanian sangat bergantung pada ketersediaan air.
Wardi berharap pemerintah dapat turun tangan membantu petani yang terdampak kekeringan. Ia terutama meminta adanya solusi terkait kebutuhan air untuk lahan pertanian.
“Harapannya kalau bisa pemerintah membantu petani. Terutama soal air,” pungkasnya.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
