Lebih lanjut, Nurhaidin mengungkapkan sebuah fenomena menarik di mana jumlah komoditas sapi kurban pada tahun ini mengalami grafik peningkatan yang cukup signifikan apabila dibandingkan dengan pencapaian pada tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada perayaan Iduladha tahun lalu, pihak panitia lokal mencatat hanya mengelola sebanyak 14 ekor sapi namun dengan jumlah kambing yang lebih banyak, yaitu 21 ekor.
“Tahun kemarin 14 ekor sapi dan 21 ekor kambing,” ujarnya.
Menurut analisis internal panitia, terjadinya peningkatan jumlah sapi yang berbanding terbalik dengan penurunan jumlah kambing ini menunjukkan adanya pergeseran atau perubahan pola cara pandang masyarakat sekitar dalam menunaikan ibadah kurban. Sebagian warga yang pada tahun-tahun sebelumnya lebih memilih untuk berkurban kambing secara individu, kini mulai beralih menggunakan sistem urunan atau patungan untuk membeli satu ekor sapi secara kolektif yang dinilai menghasilkan volume daging lebih banyak.
“Kemungkinan besar masyarakat yang dulu berkurban kambing sekarang beralih ke sapi,” kata Nurhaidin.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
