Kehadiran hewan reptil dengan nama ilmiah Naja sp. ini menjadi perhatian serius pihak otoritas keselamatan. Menurut analisis Jajat, keberadaan spesies ular cobra di Indramayu tersebut dinilai cukup membahayakan keselamatan jiwa karena posisinya berada sangat dekat dengan ruang aktivitas harian dan lingkungan rumah warga sekitar.
“Karena ular berada di area permukiman, petugas langsung melakukan penanganan cepat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Proses pemindahan satwa berbahaya itu dilakukan oleh tujuh personel Damkar yang telah terlatih dengan menggunakan peralatan penyelamatan khusus berupa tongkat penjepit dan kantong kain tebal. Petugas melakukan pencarian dan penangkapan ular secara hati-hati serta penuh perhitungan mengingat jenis ular tersebut memiliki semburan bisa beracun yang sangat berbahaya bagi mata manusia.
Medan yang sempit di antara sela-sela genteng sempat menjadi tantangan tersendiri bagi para personel di lapangan. Jajat mengatakan proses evakuasi berlangsung sekitar 40 menit dan kedua ular bertubuh legam itu berhasil diamankan sepenuhnya tanpa adanya korban luka maupun korban jiwa.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
