INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id — Upaya mitigasi bencana lingkungan berskala besar di sepanjang kawasan pesisir pantai utara Jawa terus diakselerasi demi melindungi aset negara dan pemukiman warga sipil. Ancaman nyata berupa kenaikan permukaan air laut yang kian ekstrem menuntut adanya infrastruktur pelindung yang kokoh dan terintegrasi di wilayah terdampak.
Langkah konkret ini diwujudkan melalui kolaborasi teknik tingkat tinggi guna merumuskan konstruksi pemecah ombak yang modern. Implementasi rencana megaproyek pembangunan dinding penahan samudra atau Giant Sea Wall Indramayu kini resmi memasuki tahapan krusial dengan diterjunkannya tim peninjau ke titik-titik rawan.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) resmi memulai survei awal rencana pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di Kabupaten Indramayu. Peninjauan lapangan ini diawali dari wilayah pesisir Kecamatan Sukra untuk memetakan kondisi teknis sebelum proyek strategis nasional (PSN) ini dieksekusi.
Pembangunan giant sea wall di sepanjang pesisir Indramayu diproyeksikan membentang sejauh 105 kilometer. Megaproyek ini dirancang sebagai solusi jangka panjang pemerintah pusat untuk menanggulangi ancaman abrasi parah, banjir rob, dan gelombang tinggi yang terus mengikis kawasan perairan utara Jawa.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
