Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Indramayu, Abdul Rojak, mengatakan fraksinya pada prinsipnya mendukung langkah pemerintah daerah untuk mencari solusi pembiayaan pembangunan melalui pinjaman. Namun, dukungan tersebut diberikan dengan syarat bunga pinjaman tidak memberatkan keuangan daerah.
"Kami setuju sepanjang bunga pinjamannya berada di kisaran 4 sampai 5 persen. Kalau bunganya lebih dari 5 persen, tentu akan menjadi beban APBD Kabupaten Indramayu," kata Abdul Rojak, Selasa (30/06/2026).
Menurutnya, Fraksi Golkar memahami kondisi fiskal Pemerintah Kabupaten Indramayu yang saat ini sedang menghadapi tantangan. Berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat ditambah kondisi ekonomi global membuat kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan menjadi terbatas.
Di sisi lain, masyarakat tetap mengharapkan adanya percepatan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah. Mulai dari perbaikan jalan, jembatan, penerangan jalan umum, hingga sarana pendukung lainnya dinilai menjadi kebutuhan yang mendesak.
"Jangan sampai kita menyelesaikan satu persoalan justru menimbulkan persoalan baru. Kalau memang harus melakukan pinjaman, bunganya jangan terlalu besar sehingga tidak membebani APBD," ujarnya.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
