Menurutnya, pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi dan pusat kini mulai mempercepat penanganan di sejumlah titik saluran air strategis yang masih memungkinkan dialiri air untuk kebutuhan pertanian masyarakat desa. Langkah ini dilakukan agar debit air yang minim tetap bisa mengalir sampai ke ujung saluran tersier.
Lucky mengakui, salah satu kendala terbesar yang dihadapi tim teknis di lapangan saat ini adalah kondisi pendangkalan atau sedimentasi di sejumlah saluran irigasi yang sudah cukup tinggi. Sementara di sisi lain, keterbatasan dana taktis daerah membuat penanganan fisik tidak bisa dilakukan secara serentak di semua kecamatan.
“Kita tadi juga bahas ada saluran yang sedimentasinya tinggi. Karena ada keterbatasan anggaran, akhirnya harus kolaborasi dan cari solusi bersama,” katanya.
Selain melakukan normalisasi berkala pada saluran utama, Pemkab Indramayu juga mengandalkan bantuan mesin pompa air sebagai solusi darurat untuk daerah pertanian yang mulai kesulitan mendapatkan pasokan air baku. Alat ini diharapkan mampu menyedot sisa-sisa air dari sungai besar menuju areal persawahan yang mulai retak.
“Kami juga sudah mengajukan beberapa bantuan pompa. Sebagian sudah diberikan dan nanti akan ada tambahan lagi,” ungkap Lucky.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
