Sugeng menyebut wilayah timur dan utara seperti Kecamatan Krangkeng, Karangampel, dan Kedokan hingga kini masih dalam proses panen, sehingga lahan produktif di sana belum bisa dialihkan sepenuhnya ke tahap tanam gadu di Indramayu.
Kondisi keterlambatan pembenihan ini diperparah oleh kedatangan musim kemarau yang secara bertahap menurunkan pasokan air baku di sejumlah saluran irigasi sekunder.
Secara data berkas teknis, dari total 125.000 hektar luasan sawah di Indramayu, sebenarnya 106.000 hektar di antaranya sudah didukung oleh fasilitas irigasi teknis yang mumpuni.
Namun berdasarkan acuan Rencana Tata Tanam Global (RTTG), hanya sekitar 90.000 hektar saja yang benar-benar menjadi kewajiban tanam wajib saat musim kering tiba.
"Sebetulnya proyeksi kita hanya kurang lebih 90.000 hektar pada saat musim gadu," ujarnya.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
