Sedangkan untuk kedatangan, jumlah penumpang tertinggi juga didominasi oleh Stasiun Cirebon dengan catatan 66.325 penumpang. Angka ini setara dengan rata-rata 3.158 penumpang per hari. Posisi berikutnya ditempati oleh Stasiun Cirebonprujakan yang melayani kedatangan sebanyak 23.830 penumpang atau rata-rata harian 1.134 orang.
“Selain musim liburan, lonjakan penumpang ini dipicu adanya penerapan promo diskon tarif kereta api kelas ekonomi non subsidi sebesar 30 persen dan apresiasi kepada para pelanggan yang telah menggunakan transportasi kereta api sebagai pilihan utama dalam perjalanan selama liburan. Tingginya minat masyarakat ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api,” ujar Muhibbuddin.
Peningkatan okupansi tidak hanya terjadi pada kereta api reguler yang melintas di jalur utama Jawa saja. Lonjakan penumpang yang tinggi juga dialami oleh rangkaian armada KA milik Daop 3 Cirebon sendiri. Dari total 7 rangkaian KA yang tersedia dengan kuota 100.740 tiket, manajemen berhasil menjual sebanyak 120.779 tiket. Angka penjualan tiket tersebut mencerminkan persentase tingkat keterisian atau okupansi rata-rata sebesar 118,5 persen.
Muhibbuddin juga mengingatkan warga untuk merencanakan perjalanan mudik atau liburan mereka secara matang. Masyarakat disarankan melakukan pemesanan tiket jauh-jauh hari melalui aplikasi Access by KAI atau mitra penjualan resmi. Langkah antisipasi ini penting dilakukan guna memastikan ketersediaan tiket sekaligus menjamin keamanan transaksi.
“Selain itu melalui aplikasi Access by KAI, saat ini pelanggan bisa lebih fleksibel dalam memesan tiket. Untuk kereta api antar kota, tiket dapat dibeli hingga 30 menit sebelum keberangkatan. Dengan penyesuaian ini, KAI memberikan keleluasaan kepada pelanggan. Pelanggan yang akan bepergian secara mendadak pun tetap bisa dilayani," jelas Muhibbuddin.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
