5 Desa Kandanghaur Dilanda Kekeringan, Camat Pastikan Penanganan Air Terus Dilakukan

Wahyu Topami
Camat Kandanghaur, Rusyad Nurdin, memberikan keterangan terkait 5 Desa Kandanghaur Dilanda Kekeringan, Kamis (23/7/2026). (Foto: Wahyu Topami)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – 5 desa di Kandanghaur, Indramayu, dilanda kekeringan pada musim tanam (MT) II atau sadon 2026. Dampaknya, sejumlah areal persawahan di Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, mulai mengalami kekurangan pasokan air. Pemerintah kecamatan bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu dan BBWS Citarum kini melakukan berbagai langkah penanganan agar kebutuhan air petani tetap terpenuhi.

Camat Kandanghaur, Rusyad Nurdin, mengatakan kondisi tersebut diketahui setelah pihaknya menggelar pertemuan dengan para kuwu se-Kecamatan Kandanghaur. Dari hasil pembahasan itu, beberapa desa melaporkan adanya lahan pertanian yang mulai terdampak keterbatasan air.

"Berkaitan dengan kekeringan ini, terakhir minggu kemarin kami mengadakan pertemuan dengan para kuwu se-Kecamatan Kandanghaur. Memang untuk musim tanam kedua atau sadon ini, ada beberapa titik yang terkendala karena keterbatasan air," kata Rusyad, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, dari 13 desa yang berada di Kecamatan Kandanghaur, sekitar empat hingga lima desa mulai mengalami persoalan kekurangan air di sejumlah titik persawahan.

"Dari 13 desa yang ada di Kecamatan Kandanghaur, ada sekitar empat sampai lima desa yang di beberapa titik sawahnya memang mengalami keterbatasan ketersediaan air," ujarnya. 

Menindaklanjuti kondisi tersebut, pemerintah kecamatan langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu serta BBWS Citarum. Langkah itu dilakukan agar penanganan dapat segera dilakukan sebelum dampaknya meluas ke areal pertanian lainnya.

Rusyad menjelaskan, Bupati Indramayu telah memberikan arahan agar kebutuhan air bagi petani tetap menjadi prioritas selama musim tanam berlangsung. Karena itu, pemerintah daerah terus mencari solusi agar distribusi air ke lahan pertanian tetap berjalan.

"Kami, sesuai arahan dan seizin Pak Bupati, berupaya agar kebutuhan air petani bisa terpenuhi. Pak Bupati juga memerintahkan saya untuk mencari solusi agar ketersediaan air ini bisa mencukupi kebutuhan para petani," tuturnya.

Selain berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Kecamatan Kandanghaur bersama Kuwu Kandanghaur, Kuwu Eretan Wetan, Kuwu Bongas, Camat Bongas, serta pihak terkait juga melakukan koordinasi dengan BBWS Citarum. Koordinasi tersebut difokuskan pada percepatan normalisasi saluran yang menjadi kewenangan balai.

"Dalam hal ini, karena saluran sekunder menjadi kewenangan BBWS Citarum, alhamdulillah mereka membantu dengan melakukan normalisasi saluran sekunder," katanya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) turut mendukung penanganan dengan menurunkan empat unit ekskavator. Alat berat tersebut digunakan untuk mempercepat proses normalisasi saluran sehingga aliran air menuju lahan pertanian dapat lebih optimal.

"Pak Bupati juga memberikan dukungan melalui Dinas PUPR dengan mengirimkan empat unit ekskavator untuk melakukan normalisasi saluran sekunder," ucapnya.

Rusyad berharap pekerjaan normalisasi mampu meningkatkan kapasitas saluran. Dengan begitu, apabila terjadi penambahan debit air, saluran dapat menampung dan mengalirkannya secara maksimal ke area persawahan.

"Harapannya, setelah saluran sekunder ini dinormalisasi, ketika ada penambahan debit air, saluran tersebut mampu menampung dan mengalirkannya dengan baik sehingga kebutuhan air petani dapat tercukupi," pungkasnya.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network