INDRAMAYU, InewsIndramayu.id - PAUD Melati Sambimaya kini menggunakan musala sebagai tempat belajar setelah sekitar 15 tahun menumpang di bangunan madrasah. Kegiatan belajar tersebut berlangsung di Musala As Syukriyyah, Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.
Guru PAUD Melati, Eriyati, mengatakan kegiatan belajar di Musala As Syukriyyah sudah berlangsung sekitar tiga minggu. Musala digunakan karena PAUD belum memiliki gedung sendiri.
“Karena sebelumnya kami belajar di madrasah. Tapi pemilik tanah wakafnya tidak mengizinkan, jadi kami pindah ke sini. Tidak ada tempat lain, sementara musala ini kalau pagi tidak digunakan, jadi kami belajar di sini,” ujar Eriyati, Selasa (18/8/2026).
Menurut Eriyati, selama berada di bangunan madrasah, kegiatan belajar mengajar berjalan tanpa persoalan berarti. PAUD Melati menggunakan bangunan tersebut karena belum memiliki tempat belajar sendiri.
“Sudah sekitar 15 tahun kami belajar di madrasah,” ujar Eriyati.
Ia mengatakan kondisi tersebut sebelumnya berjalan aman. Persoalan baru muncul ketika terdapat rencana rehab bangunan yang selama ini digunakan PAUD Melati.
“Dulu aman-aman saja. Tapi ketika mau dibangun, jadinya seperti itu. Khawatirnya nanti yang tadinya gedung madrasah menjadi dianggap gedung PAUD,” katanya.
Eriyati menjelaskan, bangunan tersebut berada di atas tanah wakaf. Menurut dia, pihak pemilik wakaf tetap menginginkan bangunan tersebut menjadi bagian dari madrasah.
“Padahal tetap madrasah. PAUD hanya menggunakan bangunan itu untuk belajar. Kalau bangunan itu dibangun, tetap punya madrasah,” ujar Eriyati.
Eriyati menyebut pihaknya juga telah membuat pernyataan tertulis mengenai status bangunan. Pernyataan tersebut dibuat di atas materai untuk menegaskan bahwa PAUD tidak mengklaim bangunan tersebut.
“Saya sudah menandatangani pernyataan bahwa PAUD tidak mengklaim bangunan itu. Tetap punya madrasah. Pernyataannya juga sudah dibuat di atas materai,” katanya.
Meski demikian, PAUD Melati akhirnya harus meninggalkan bangunan madrasah. Kegiatan belajar kemudian dipindahkan ke Musala As Syukriyyah.
“Yang punya wakaf tetap tidak mengizinkan. PAUD disuruh pergi dari madrasah. Jadi ya sudah, kami pindah ke sini,” ujar Eriyati.
Saat ini, kegiatan belajar anak-anak tetap berlangsung di musala. Kondisi tersebut menjadi pilihan sementara karena PAUD Melati belum memiliki gedung sendiri.
Eriyati berharap pemerintah dapat membantu menyediakan gedung khusus bagi PAUD Melati. Menurut dia, keberadaan gedung sendiri diperlukan agar kegiatan belajar tidak terus berlangsung di musala.
“Harapannya, kalau pemerintah berkenan membantu, kami ingin punya gedung sendiri. Supaya jangan belajar di musala terus,” ujar Eriyati.
Ia mengatakan musala pada dasarnya digunakan untuk kegiatan ibadah dan mengaji. Namun, keterbatasan tempat membuat PAUD menggunakan musala sebagai lokasi belajar sementara.
“Kalau musala kan tempatnya untuk mengaji dan beribadah. Sekarang digunakan untuk kegiatan PAUD. Ya bagaimana lagi, karena kami tidak punya tempat lain, jadi sementara belajar di sini,” katanya.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
