Indramayu Punya 1,9 Juta Penduduk, Wamenko Pangan Minta Pemda Hitung Stok hingga 3 Bulan

wahyu
Stok pangan Indramayu dan kebutuhan masyarakat disorot Wamenko Pangan Hanif Faisol, Kamis (20/8/2026). (Foto: Wahyu Topami).

INDRAMAYU, InewsIndramayu.id - Pemerintah Kabupaten Indramayu diminta tidak hanya melihat ketersediaan bahan pangan di pasar. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,9 juta jiwa, kebutuhan pangan masyarakat perlu dihitung untuk beberapa bulan ke depan.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Pangan Hanif Faisol saat mengunjungi Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Kamis (20/8/2026).

Hanif mengatakan pemerintah daerah perlu mengetahui jumlah kebutuhan pangan masyarakat. Selain itu, sumber pasokan juga harus dipastikan sejak awal.

Menurut Hanif, kondisi pasar yang masih memiliki stok tidak cukup menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk merasa aman. Perhitungan kebutuhan harus dilakukan secara lebih menyeluruh.

"Jangan kemudian menitikberatkan kebutuhan itu di pasar. Jadi, kalau di pasar sudah ada pemerintah daerah tenang-tenang saja tidak boleh," tegas Hanif.

Hanif mencontohkan kondisi Kabupaten Indramayu yang memiliki sekitar 1,9 juta penduduk. Jumlah tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan dalam perencanaan kebutuhan pangan daerah.

"Indramayu 1,9 juta, itu berapa untuk satu, tiga bulan ke depan, apa saja, kemudian ke mana dia memenuhinya," katanya.

Menurut Hanif, Indramayu memang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil pangan. Produksi beras dan jagung menjadi salah satu kekuatan daerah.

Namun, kebutuhan masyarakat tidak hanya berasal dari komoditas tersebut. Sejumlah kebutuhan pangan lainnya tetap harus didatangkan dari luar daerah.

"Mungkin Indramayu jagung, beras sudah swasembada. Tapi mungkin komoditas lain harus cepat didatangkan dari luar," ujarnya.

Karena itu, pemerintah daerah perlu memiliki gambaran kebutuhan pangan secara lebih lengkap. Perhitungan tersebut mencakup kebutuhan masyarakat dan sumber pasokan yang akan digunakan.

Hanif juga meminta pemerintah daerah tidak hanya memantau stok di pasar. Ketersediaan pangan di Bulog perlu ikut diperhitungkan dalam perencanaan.

"Di pasar ada berapa, di Bulog ada berapa, kemudian kita harus mencadangkan lagi berapa," ujar Hanif.

Menurut Hanif, perhitungan stok tersebut penting untuk menghadapi kemungkinan gangguan pasokan. Pemerintah daerah juga perlu mencermati perubahan harga pangan yang dapat terjadi.

Selain menghitung kebutuhan dan stok, pemerintah daerah diminta aktif berkomunikasi dengan berbagai pihak. Langkah tersebut diperlukan agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi.

"Jadi, ini yang harus tetap didesain oleh pemerintah daerah," katanya.

Hanif mengatakan kondisi pangan setiap daerah memiliki karakteristik berbeda. Karena itu, pemerintah daerah perlu menyiapkan strategi sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.

Untuk Indramayu, perhitungan kebutuhan tersebut menjadi penting karena jumlah penduduknya sekitar 1,9 juta jiwa. Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya mengandalkan kondisi pasar saat ini, tetapi juga menyiapkan kebutuhan untuk beberapa bulan ke depan.

"Kalau di pasar sudah ada pemerintah daerah tenang-tenang saja tidak boleh. Karena nanti kalau ada masalah juga kita semua tanggung renteng kena masalahnya," pungkas Hanif.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network