get app
inews
Aa Text
Read Next : Motif Batik Khas Cirebon Dapat Perlindungan Hukum, Ini Tiga Motif yang Lolos

Klarifikasi Pemkab Cirebon soal Anggaran Rp 102 Juta untuk Cetak Kartu Ucapan Idulfitri

Rabu, 19 Maret 2025 | 12:13 WIB
header img
Tangkapan layar unggahan kritik belanja kartu ucapan Idulfitri Pemkab Cirebon di facebook. Foto: Istimewa

CIREBON, INEWS.ID-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon akhirnya angkat bicara terkait kritik warganet yang menyoroti anggaran belanja kartu ucapan Idulfitri senilai Rp 102 juta. Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cirebon, Sunanto, mengatakan, anggaran tersebut tidak hanya untuk kartu ucapan Idulfitri, tetapi mencakup berbagai kebutuhan administrasi sepanjang tahun.


“Kita tidak anti kritik. Tapi sebaiknya dipelajari secara keseluruhan. Tanya dulu. Jangan langsung diviralkan,” ujar Sunanto, saat dikonfirmasi pada Selasa (18/3).


Menurutnya, dana tersebut juga digunakan untuk mencetak undangan resmi, kartu ucapan hari besar lainnya, serta berbagai keperluan administrasi pemerintahan.


Mengapa Judulnya “Kartu Ucapan Idulfitri”?
 

Sunanto menjelaskan bahwa istilah "kartu ucapan Idulfitri" digunakan dalam administrasi proyek untuk mempermudah pencatatan, bukan berarti seluruh anggaran hanya digunakan untuk kartu lebaran.


“Lantas kenapa judulnya ucapan Idulfitri? Biar administrasinya lebih mudah saja. Gak tercecer-cecer. Dan kartu ucapan Idulfitri itu cetaknya paling 50 jutaan,” katanya.


Ia juga menekankan bahwa sistem pengadaan ini dilakukan agar lebih efisien. Dengan satu kali pengadaan dalam setahun, biaya administrasi bisa lebih terkendali dibandingkan jika dilakukan secara terpisah.


“Yang penting, kami pastikan anggaran ini digunakan dengan efektif dan sesuai kebutuhan administrasi daerah,” ucapnya.


Kritik Warganet: Dinilai Pemborosan di Tengah Efisiensi Anggaran


Polemik ini mencuat setelah seorang warganet, Tochid Hidayah, mengunggah keluhannya di grup Facebook Komunitas Orang Cirebon (KOCI). Ia menyoroti kebijakan Pemkab Cirebon yang dinilai bertentangan dengan ajakan pemerintah pusat untuk berhemat.


"Lurr.. pribe iki lur, jare presiden kon hemat anggaran, barang pemda kab Cirebon pemborosan anggaran, duit dibuang-buang lur," tulisnya dalam unggahan berbahasa khas Cirebon.


Selain itu, ia juga mempertanyakan alasan pemerintah daerah masih menggunakan kartu ucapan cetak di era digital seperti sekarang, apalagi dengan nominal yang disebut mencapai Rp 100 juta.


"Gawe kartu ucapan selamat Idulfitri jeh sampe 100 juta. Jaman wis canggih jeh ya masih ana kartu ucapan bae. Tinggal ngucap nang ning WA bae kuh," lanjutnya.


Keluhan tersebut semakin tajam saat ia menyinggung kondisi ekonomi masyarakat yang masih sulit, sementara dana pajak rakyat digunakan untuk sesuatu yang dianggapnya tidak prioritas.


"Masalahe mekaya lagi kengelan lur, duit pajak rakyat dinggo kang ora-ora," tandasnya.
 

Sebagai bukti, Tochid mengunggah tangkapan layar dari laman lpse.cirebonkab.go.id yang menunjukkan detail proyek ini. Dalam dokumen tertanggal 12 Maret 2025 itu, disebutkan bahwa anggaran Rp 102.987.350 dialokasikan untuk “Belanja Cetak Kartu Ucapan Idul Fitri” oleh Bagian Umum Setda Kabupaten Cirebon. Proyek tersebut dimenangkan oleh perusahaan Rahayu Sejahtera Jaya Bersama.


Publik Menanti Transparansi Lebih Lanjut


Polemik ini tidak hanya ramai di Facebook, tetapi juga menyebar di berbagai grup WhatsApp, memicu diskusi luas di kalangan masyarakat. Banyak warganet yang mendukung kritik Tochid dan mendesak Pemkab Cirebon untuk lebih transparan dalam penggunaan anggaran.(*)

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut