Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Minim Akses ke Sawah, Petani di Indramayu Gotong Royong Bangun Jembatan
Advertisement . Scroll to see content

Relokasi SPM 35.000 DWT, Kilang Balongan Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Kamis, 11 September 2025 | 20:29 WIB
  • author Dindin Ahmad S
Relokasi SPM 35.000 DWT, Kilang Balongan Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Pekerja tengah melakukan pemantauan fasilitas Single Point Mooring (SPM) di perairan Balongan, yang menjadi jalur utama suplai bahan baku kilang. (Foto: Istimewa)

Hal senada diungkapkan Manager Refinery Business Operation (RBO), Astri Agustiana Sari. Ia menyebut, SPM juga mendukung diversifikasi produk, seperti Diesel-X berkadar sulfur rendah yang perdana dilifting pada Februari 2025 melalui SPM 17.500 DWT untuk PT Freeport Indonesia. Selain itu, bahan blending Pertalite dari TPPI Tuban juga masuk lewat SPM 35.000 DWT.

"Bahkan, SPM 35.000 DWT juga bisa digunakan untuk loading produk jadi seperti HOMC dan Pertamax. Jadi keberadaannya sangat penting bagi kelancaran bisnis dan distribusi kilang,” ujar Astri.

Relokasi SPM 35.000 DWT dan Upaya Menjaga Ketahanan Energi Nasional

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan bisnis Pertamina Group, posisi SPM 35.000 DWT telah direlokasi ke titik baru. Langkah ini dilakukan karena lokasi lama berdekatan dengan rencana pembangunan anjungan migas lepas pantai OO-OX milik PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

Relokasi dilakukan berdasarkan kajian risiko sekaligus untuk mematuhi regulasi Daerah Terbatas dan Terlarang (DTT) dari Kementerian ESDM, yang mensyaratkan jarak aman antar fasilitas migas di offshore.

Editor: Tomi Indra Priyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut